Calonkepaladaerah.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melaksanakan ibadah umrah di Kota Suci Makkah pada Rabu dini hari waktu setempat, di sela rangkaian kunjungan kenegaraannya ke Kerajaan Arab Saudi.
Kunjungan spiritual ini menjadi bagian penting dari diplomasi personal sekaligus simbol penghormatan dari pihak Kerajaan kepada pemimpin Indonesia.
Sesampainya di pelataran Masjidil Haram, Presiden Prabowo disambut dengan penuh kehangatan oleh para jemaah asal Indonesia yang tengah menunaikan ibadah. Kehadirannya langsung menarik perhatian dan disambut dengan antusias. Kepala Negara membalas sapaan para jemaah dengan melambaikan tangan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan.
Setelah menyapa jemaah, Presiden Prabowo berkesempatan memasuki area dalam Ka’bah—sebuah momen langka yang sarat makna religius dan diplomatik.
Di sana, beliau melaksanakan salat sunah sebagai bentuk penghambaan diri di hadapan Allah SWT. Usai menjalankan salat, Presiden melanjutkan dengan mencium Hajar Aswad, batu hitam yang terletak di salah satu sudut Ka’bah, dan kemudian melakukan tawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali.
Rangkaian ibadah umrah tersebut dilanjutkan dengan melaksanakan sa’i, berjalan dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah, sebagai salah satu rukun umrah yang meneladani perjuangan Hajar, istri Nabi Ibrahim. Ritual itu kemudian diakhiri dengan tahalul, yakni memotong sebagian rambut sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian ibadah umrah.
Kegiatan ibadah Presiden ini bukan hanya menunjukkan ketakwaan pribadinya, tetapi juga memberikan pesan mendalam mengenai kedekatan spiritual antara pemimpin dan rakyatnya. Selain itu, kehadiran Presiden Prabowo di Makkah memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi dalam konteks yang lebih luas, termasuk diplomasi antarumat beragama.
“Kegiatan ini mencerminkan kedekatan hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi serta penghormatan Kerajaan kepada Kepala Negara Indonesia,” sebagaimana dikutip dalam pernyataan resmi yang dirilis dari Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Selain Presiden, sejumlah pejabat tinggi turut mendampingi dan ikut melaksanakan ibadah umrah. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Pengelola Haji (BPH) M. Irfan Yusuf.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan solidaritas dan kekompakan pemerintahan dalam menjalankan diplomasi spiritual yang bernilai tinggi. Ibadah ini pun menjadi simbol bahwa pemimpin Indonesia tidak hanya hadir di kancah internasional untuk urusan politik dan ekonomi, tetapi juga membawa pesan moral dan keagamaan dalam hubungan antarbangsa.
Kunjungan dan ibadah Presiden Prabowo di Makkah menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan diplomatiknya ke Arab Saudi. Selain mempererat hubungan dua negara, kegiatan ini juga menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki hubungan yang istimewa dengan Tanah Suci.