Jumat, Januari 23, 2026
Home Politics Usai Rumahnya Dijarah, Menkeu Sri Mulyani Angkat Bicara soal Demokrasi dan Anarki

Usai Rumahnya Dijarah, Menkeu Sri Mulyani Angkat Bicara soal Demokrasi dan Anarki

by Geralda Talitha
0 comment
Menkeu Sri Mulyani

Calonkepaladaerah.com – Kabar mengejutkan datang dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Rumah pribadinya dikabarkan dijarah oleh pihak tak dikenal pada Minggu dini hari (31/8/2025). Peristiwa ini menambah daftar kasus serupa yang sebelumnya menimpa kediaman sejumlah anggota DPR RI.

Menanggapi kejadian tersebut, Sri Mulyani memilih menyampaikan sikap secara terbuka melalui akun Instagram resminya, @smindrawati, pada Senin (1/9/2025). Ia mengucapkan terima kasih atas doa, simpati, dan dukungan moral dari berbagai pihak di tengah musibah yang menimpa dirinya.

Dalam unggahan itu, Menteri Keuangan menegaskan bahwa membangun Indonesia bukan perkara mudah. Menurutnya, perjuangan selalu penuh tantangan, bahkan terkadang berbahaya. “Politik adalah perjuangan bersama untuk tujuan mulia kolektif bangsa, tetap dengan etika dan moralitas yang luhur,” tulisnya.

Sri Mulyani juga menekankan bahwa sebagai pejabat negara, ia terikat sumpah untuk menjalankan UUD 1945 dan undang-undang. Ia menolak pandangan bahwa kebijakan bisa ditentukan atas dasar kepentingan pribadi. “UU disusun melibatkan Pemerintah, DPR, DPD, dan partisipasi masyarakat secara terbuka dan transparan. Apabila publik tidak puas dan hak konstitusi dilanggar, dapat dilakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi,” tegasnya.

Lebih jauh, Sri Mulyani menjelaskan bahwa jika terdapat penyimpangan dalam pelaksanaan undang-undang, jalur hukum tetap tersedia hingga ke Mahkamah Agung. Hal ini, katanya, adalah bentuk sistem demokrasi Indonesia yang beradab. Meski tidak sempurna, sistem tersebut tetap perlu dijaga dengan memperbaiki kualitas demokrasi melalui cara-cara yang beretika, bukan dengan aksi anarki.

“Tugas negara harus dilakukan dengan amanah, kejujuran, integritas, kepantasan, profesional, transparan, akuntabel, dan jelas kami dilarang korupsi. Tugas ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab mulia,” paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menjadi pejabat publik memerlukan kebijaksanaan, empati, serta kepekaan mendengarkan suara masyarakat. Baginya, kritik, sindiran, bahkan makian dari publik adalah bagian penting dari proses membangun Indonesia. Karena itu, ia berterima kasih kepada semua elemen masyarakat—mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga netizen—yang terus memberikan masukan.

“Itu adalah bagian dari proses membangun Indonesia. Mari kita jaga dan bangun Indonesia bersama, tidak dengan merusak, membakar, menjarah, memfitnah, pecah belah, kebencian, kesombongan, dan mengkhianati perasaan publik,” tulis Sri Mulyani.

Mengakhiri pernyataannya, Menteri Keuangan menyampaikan permohonan maaf bila masih ada kekurangan dalam tugasnya. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki kinerja demi kepentingan rakyat. “Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi Indonesia. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” tutupnya.

Peristiwa rumah Sri Mulyani dijarah menjadi catatan serius dalam dinamika politik dan sosial belakangan ini. Namun, respons yang ia sampaikan memperlihatkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga demokrasi dengan cara-cara yang bermartabat. Bagi banyak kalangan, sikap ini menjadi pengingat bahwa kritik dan protes boleh saja, tetapi tetap harus menghindari tindakan yang merugikan dan melukai sesama.

You may also like

Leave a Comment

About Us

We’re a media company. We promise to tell you what’s new in the parts of modern life that matter. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. Sed consequat, leo eget bibendum sodales, augue velit.

@2022 – All Right Reserved. Designed and Developed byu00a0PenciDesign