Calonkepaladaerah.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan pandangannya terkait pendekatan inovatif dalam menangani kenakalan remaja.
Dalam acara penutupan Muktamar Persatuan Umat Islam (PUI) di Medan, Kamis (15/5/2025), Gibran mengangkat isu yang menjadi perhatian nasional, yakni penyalahgunaan narkoba yang tinggi di Sumatera Utara.
Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas keluhan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang mengungkapkan bahwa provinsinya masih mencatat angka tertinggi penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
Dalam pidatonya, Gibran menyarankan pemerintah daerah untuk melibatkan organisasi kemasyarakatan, seperti PUI, dalam menghadapi permasalahan sosial.
“Tadi Pak Gubernur mengeluh masalah narkoba, ini PUI bisa digandeng ini Pak Gubernur (Sumut),” ujar Gibran, seperti dikutip dari kanal YouTube Wakil Presiden RI, Kamis malam (15/06).
Menurut Gibran, peran organisasi seperti PUI dapat dimaksimalkan untuk memberikan solusi alternatif dalam upaya rehabilitasi pengguna narkoba. Ide ini muncul sebagai respons atas fakta bahwa penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan target pembangunan Indonesia Emas 2045.
Wapres juga menyinggung metode yang digunakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam menangani pelajar bermasalah.
Di Jawa Barat, pendekatan ini dilakukan dengan mengirimkan pelajar nakal ke barak militer sebagai bentuk pendidikan kedisiplinan. Gibran membandingkan pendekatan tersebut dengan kemungkinan memanfaatkan pondok pesantren yang berada di bawah naungan PUI di Sumatera Utara untuk rehabilitasi pengguna narkoba.
“Mungkin ada gubernur yang, Gubernur Jawa Barat yang mengirim anak-anak bandel ke barak, ini bisa dikirim ke pondok-pondok pesantrennya PUI mungkin,” kata mantan Wali Kota Solo itu.
Ide ini diharapkan dapat memberikan alternatif solusi berbasis kearifan lokal yang lebih sesuai dengan kondisi Sumatera Utara.
Lebih lanjut, Gibran menekankan pentingnya posisi strategis Sumatera Utara dalam pembangunan nasional. Dengan populasi yang besar, provinsi ini memiliki potensi besar untuk menjadi pendorong kemajuan Indonesia.
“Ini Sumut memiliki peran strategis untuk mendorong kemajuan bangsa,” ujarnya.
Gubernur Bobby Nasution sebelumnya mengungkapkan keprihatinannya terkait tantangan yang dihadapi provinsinya.
“Dalam beberapa tahun terakhir ini sampai dengan kalau enggak salah di tahun 2024 dan 2025 ini kami masih jadi pemenangnya, yaitu adalah kami masih menjadi provinsi nomor satu dengan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, Pak Wapres,” ujar Bobby.
Bobby juga menambahkan bahwa tantangan ini harus segera diatasi untuk memastikan kontribusi Sumatera Utara dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Kami ingin Indonesia emas yang selalu kita kumandangkan, Sumatera Utara menjadi bagian penyumbang emas, Bapak Wapres,” tambahnya.