Calonkepaladaerah.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak berada di bawah kendali Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam menjalankan berbagai kebijakan pemerintahan. Penegasan ini disampaikan dalam acara peresmian pabrik petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis (…).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo membantah tudingan yang menyebut kebijakan pemerintahannya masih dipengaruhi oleh Jokowi. Ia menilai anggapan semacam itu tidak berdasar dan menyesatkan.
“Saya bukan Prabowo takut sama Jokowi, Prabowo masih dikendalikan oleh Pak Jokowi, enggak ada itu,” tegasnya di hadapan para tamu undangan dan awak media.
Ia juga menjelaskan, munculnya narasi yang menyebut dirinya berada di bawah bayang-bayang Jokowi hanyalah spekulasi tanpa fakta. Ia menekankan bahwa hubungan antara dirinya dan Jokowi terjalin atas dasar saling menghormati sebagai sahabat dan sesama pemimpin bangsa, bukan hubungan subordinatif.
“Pak Jokowi itu nggak pernah nitip apa-apa sama saya. Ya saya harus katakan yang sebenarnya kan begitu. Pak Prabowo takut sama Pak Jokowi, enggak ada itu. Untuk apa saya takut sama beliau? Aku hopeng (sahabat baik) sama beliau, kok takut,” ujar Prabowo sambil berkelakar.
Presiden RI ke-8 itu juga menegaskan bahwa kehadiran Jokowi dalam acara peresmian pabrik petrokimia itu bukan bentuk ketergantungan politik, melainkan wujud penghormatan terhadap pemimpin sebelumnya yang telah berjasa memajukan bangsa. Ia menilai, dalam dunia politik Indonesia kini mulai tumbuh budaya yang tidak sehat terhadap mantan pemimpin.
“Saya lihat kok ada mulai budaya yang tidak baik, pemimpin diapa ya, dikuyo-kuyo, dicari-cari. Pada saat berkuasa disanjung-sanjung, ini budaya apa? Ini harus kita ubah,” ungkapnya.
Prabowo menilai, sudah seharusnya masyarakat Indonesia menjaga etika politik dengan menghargai para pemimpin terdahulu yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Ia menambahkan, pembangunan yang sedang dijalankan pemerintahannya saat ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang telah diletakkan oleh pemerintahan sebelumnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan apresiasinya terhadap capaian pemerintahan Joko Widodo selama dua periode kepemimpinan. Ia menilai Jokowi berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang positif di tengah tantangan global.
“Beliau memimpin 10 tahun, diakui dunia. Bagaimanapun juga inflasi di bawah beliau cukup bagus, pertumbuhan bagus, iya kan? Come on, harus kita yang benarlah, yang jujurlah,” ujarnya menambahkan.
Pernyataan tersebut mempertegas komitmen Prabowo untuk melanjutkan kebijakan pembangunan nasional dengan semangat kolaborasi, bukan konfrontasi. Ia berharap publik tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu politik yang berpotensi memecah persatuan.
Dengan demikian, Prabowo ingin menegaskan bahwa arah kebijakannya sebagai Kepala Negara berdiri di atas prinsip kemandirian dan kelanjutan pembangunan yang berpihak pada rakyat, sekaligus tetap menghormati warisan positif dari pemerintahan Joko Widodo.