Jumat, Januari 23, 2026
Home Politics Soal Tuntutan 17+8, Purbaya Yudhi Sadewa: Itu Suara Sebagian Rakyat Kecil

Soal Tuntutan 17+8, Purbaya Yudhi Sadewa: Itu Suara Sebagian Rakyat Kecil

by Geralda Talitha
0 comment
Purbaya Yudhi Sadewa

Calonkepaladaerah.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan terkait tuntutan 17+8 yang belakangan disuarakan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Purbaya setelah dirinya resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai bendahara negara.

Dalam pernyataannya, Purbaya menilai tuntutan tersebut berasal dari sebagian kecil masyarakat yang merasa kehidupannya terganggu dan masih kurang terpenuhi.

“Itu suara sebagian kecil rakyat kita, kenapa? Mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya, masih kurang ya,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).

Meski begitu, ia tidak menampik bahwa aspirasi tersebut harus diperhatikan. Namun, Purbaya optimistis bahwa fokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi akan menjadi solusi utama meredam tuntutan itu.

Menurut Purbaya, jika pemerintah berhasil menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, masyarakat akan lebih sejahtera sehingga demonstrasi atau tuntutan seperti 17+8 tidak lagi marak.

“Jika saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6%, 7%, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo,” ucapnya.

Ia menegaskan, fokus Kementerian Keuangan ke depan adalah menggerakkan fiskal agar mampu memberikan daya dorong optimal terhadap perekonomian. Dengan langkah tersebut, target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Presiden Prabowo diharapkan bisa tercapai.

Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan berupaya mendorong ekonomi menuju pertumbuhan 8% sesuai target yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Meski tidak menjanjikan hal itu bisa terwujud dalam waktu singkat, ia menegaskan arah kebijakan fiskal akan terus digerakkan menuju capaian tersebut.

“Bukan bakal dikejar 8%, kita akan kejar, ciptakan pertumbuhan yang paling cepat, seoptimal mungkin. Kalau Anda bilang bisa nggak besok 8%? Kalau saya bilang bisa, kan saya nipu, tapi kita bergerak ke arah sana,” jelasnya.

Dengan demikian, strategi Purbaya tidak hanya bertumpu pada pemenuhan tuntutan jangka pendek, tetapi juga pada penciptaan fondasi ekonomi yang kuat agar pertumbuhan lebih berkelanjutan.

Sebagai Menteri Keuangan baru, Purbaya menghadapi tantangan besar untuk menyeimbangkan kebutuhan fiskal negara dengan ekspektasi publik, termasuk menyikapi tuntutan 17+8. Di satu sisi, aspirasi masyarakat harus direspons dengan bijak. Namun di sisi lain, pemerintah juga dituntut menjaga stabilitas fiskal agar kebijakan tidak kontraproduktif.

Purbaya menilai, peningkatan investasi, penguatan belanja produktif, serta dukungan terhadap sektor riil adalah langkah yang akan ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, tuntutan masyarakat dapat terjawab bukan hanya melalui janji politik, tetapi lewat peningkatan kesejahteraan nyata.

Respons Purbaya Yudhi Sadewa terhadap tuntutan 17+8 menunjukkan bahwa pemerintah tetap mendengar aspirasi masyarakat, meskipun ia menilai persoalan tersebut hanya mewakili sebagian kecil kelompok. Fokus pada pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat diyakini menjadi kunci untuk menjawab keresahan rakyat sekaligus mendukung target ambisius Presiden Prabowo Subianto.

You may also like

Leave a Comment

About Us

We’re a media company. We promise to tell you what’s new in the parts of modern life that matter. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. Sed consequat, leo eget bibendum sodales, augue velit.

@2022 – All Right Reserved. Designed and Developed byu00a0PenciDesign